Senin, 30 Desember 2013

tips berkendara

berikut ini adalah beberapa tips dalam berkendara

Berikut adalah tips dari situs organisasi.org untuk para pengendara sepeda motor agar bisa selamat lahir batin dalam berkendara :
1. Berdoa Kepada Tuhan Yang Maha Esa Sebelum Berkendara
Keselamatan kita hanya Tuhan yang memberikan. Jika kita ditakdirkan kecelakaan mungkin dengan doa kita Tuhan dapat menghendaki lain dan akhirnya kita selamat di jalan.
2. Cek Persiapan Dan Kelengkapan Berkendara
Cek kondisi kesehatan kita apakah cukup layak mengendarai sepeda motor di tempat umum. Hindari membawa motor ketika sedang sakit atau sedang mabuk untuk mengurangi resiko terjadinya kecelakaan. Periksa dan cek pula surat-surat serta kondisi sepeda motor mulai dari rem, ban, bahan bakar, lampu sampai ke pakaian kita.
3. Jangan Emosi Di Jalan
Sifat egois, mudah terpancing emosi, mudah marah, mudah terhina adalah suatu kebodohan yang harus diubah. Terkadang disalip oleh kendaraan lain membuat kita tidak terima, apalagi yang menyalip adalah perempuan / wanita. Dikepot atau dibuat kaget dengan rem mendadak pun bisa membikin kita naik pitam sehingga dapat membuat urusan jadi panjang.
4. Jangan Mengandalkan Insting
Beloklah ketika tidak ada kendaraan lain di belakang atau samping kita yang benar-benar di lihat dengan mata kepala sendiri. Jangan menyalip atau berbelok dengan kecepatan tinggi antara dua kendaraan dengan space yang kecil. Selain itu jangan terlalu pede pada salip menyalip karena kita bisa tertabrak kendaraan dari arah berlawanan jika salah perhitungan. Jangan ambil resiko dengan peluang yang kecil, lebih baik pelan tapi selamat daripada kencang tapi mati.
5. Konsentrasi Penuh
Bila kesadaran berkurang entah karena sakit, ngantuk, mabok, banyak masalah dna lain sebagainya sebaiknya naik angkutan umum saja. Mengendarai sepeda motor serta kendaraan bermotor kecepatan tinggi lainnya perlu konsentrasi penuh. Sedikit melamun, mengantuk, tertidur, kelamaan nengok dan lain sebagainya dapat membuat kita menabrak kendaraan atau sesuatu di depan kita. Sadari waktu dalam kemampuan reaksi kita mulai dari ada rem mendadak sampai berhenti lalu hitung kira-kira jaraknya berapa agar tidak menabrak depan kita.
6. Biasakan Mengalah Pada Begundal Jalanan
Apabila ada pengendara lain yang sedang emosi jangan kita layani kemarahannya. Cukup minta maaf, ngalah, legowo, lapang dada, berbesar hati menerima caci maki dan belaga pilon agar urusan tidak menjadi panjang yang justru bisa sangat merugikan kita.
7. Waspada / Hati-HAti Pada Kendaraan Umum Seperti Angkot dan Bus
Kendaraan umum seperti angkot dan bis sering sekali bersikap ugal-ugalan di jalan. Tidak jarang pula mereka menabrak kendaraan lain dengan berbagai alasan. Sebaiknya jangan melawan kendaraan umum yang lagi ugal-ugalan agar kita tidak diciderai oleh mereka.
8. Patuhi Peraturan dan Rambu Lalu Lintas Jalan Raya
Menyerobot lampu merah sebelum lampu hijau menyala sering terjadi. Sama halnya dengan menyerobot pintu perlintasan kereta api / krl dan memutar arah tidak pada tempat yang diizinkan serta berbagai bentuk pelanggaran lainnya. Semua itu bisa membawa malapetaka yang dahsyat jika kita sedang sial.
9. Jangan Mengambil Jalan Melawan Arus Atau menghambat Arah Lawan
Terkadang ketika lampu merah, motor akan mengambil jalur arah berlawanan yang kosong. Awalnya mungkin hanya satu jalur motor, namun kelamaan pengendara motor yang brengsek tidak mau antri akan mengambil sisa jalur lawan yang ada sehingga kendaraan dari jalur berlawanan tidak bisa lewat dan menyebabkan macet total. Kendaraan dari arah lawan bisa berang atau khilaf yang bisa menabrak dan mencelakakan kita.
10. Waspada Penjahat Perampok Sepeda Motor
Hati-hatilah pada penjahat yang mau merampas motor kita. Terkadang mereka tega membunuh kita demi hanya motor yang kita pakai. Awasi tingkal laku kendaraan di samping kiri, kanan, depan dan belakang baik dalam situasi dan kondisi berhenti maupun jalan.
Akhir kata, semoga tips dan cara berkendara sepeda motor ini bisa menyelamatkan anda, keluarga, teman, pengguna jalan lain serta orang lain yang ada di
jalan

hikayat penuh arti

assalamualaikum wr,wb.
sedikit hikayat yang pernah saya dapatkan...

pada suatu hari Aristoteles bertanya kepada gurunya, Apa  CINTA SEJATI itu?
Gurunya pun menjawab,"berjalanlah lurus di taman bunga yang luas.Petiklah 1 bunga yang Terindah menurutmu dan jangan pernah berbalik kebelakang.
kemudian Dia melakukannya,tapi dia kembali dengan tanga hampa,
Gurunya pun bertanya 'MANA BUNGANYA?'
Dia menjawab "saya tidak bisa mendapatkannya,Sebenarnya saya telah menemukannya.Tapi saya Berpikir di depan masih ada yang lebih bagus lagi,Tetapi ketika saya sampai di ujung jalan taman,saya baru sadar bahwa yang saya temui pertama tadi itulah yang terbaik.
Tapi saya tidak bisa kembali ke belakang lagi,karna sudah ada yang mengambilnya.

Guru berkata"seperti itulah cinta sejati,semakin kamu mencari yang terbaik maka kamu tidak akan pernah menemukannya".
Jangan pernah menyia-nyiakan cinta seseorang yang tumbuh di hatimu saat ini karna waktu tak akan pernah kembali.

Minggu, 29 Desember 2013

sepatu lukis

pada jaman SMA dulu,guru saya pernah memberikan keahlian untuk mencoba melukis diatas sepatu dan dapat dijadikan ladang bisnis.
ini nih sejarah awal mulanya  sepatu lukis....

Dewasa ini sepatu lukis sedang digandrungi oleh anak muda,khususnya remaja cewek.Mereka tidak mau ketinggalan model-model terbaru sepatu lukis agar selalu tampak trendy.Akan tetapibanyak yang belum tahu sejarah sepatu lukis tersebut.
Sepatu lukis memang baru marak akhir-akhir ini di Indonesia. Tapi sebenarnya sepatu lukis pertama kali masuk ke Indonesia pada tahun 2004. Bagi remaja, kehadiran sepatu lukis telah mempelopori semangat DIY (Do It Yourself). Karena selain sebagai alas kaki, sepatu lukis yang unik dan ngga ada duanya –secara hand-made, gitu– berfungsi untuk mengekspresikan identitas diri. Makanya, sepatu lukis menjadi salah satu fashion item yang digemari anak muda.
Tren sepatu lukis di negeri ‘Oom Sam’ , tepatnya di New York dimulai pada zaman 90-an. Di sana shoes-painting atau shoes-customing muncul dari budayastreet art. Awalnya para breakdancer memakai sport shoes yang digambar sendiri. Kemudian customing shoes menjadi semakin populer. Sampai-sampai sepatu tidak hanya digambar, namun bentuk modifikasinya ada yang disablon bahkan dibordir.
Saat ini sepatu lukis sudah banyak dijual di Indonesia. Namun penjualannya baru sebatas di distro, butik, atau dijual secara online. Ada juga yang membuka jasa melukis sepatu dan menerima pesanan gambar sesuai keinginan konsumen, antara lain nohedon, bah!, mawmaw shop, toillie, madeforyou, dan sebagainya. Kisaran harganya bisa dari Rp 80.000,00 hingga Rp 300.000,00.

berikut referensi...

tunjukkan bahwa Bisa

Ayoo tunjukkan pada dunia kalau kita bisa dengan apa yang ada pada diri kita.

"Ada pepatah Inggris," you can't beat something with nothing". Orang yang berbuat sesuatu-betapapun kekuranganya- akan selalu lebih maju daripada orang yang tidak melakukan apa-apa.
Orang yang punya sedikit Ide akan selalu Berhasil daripada orang yang tidak punya Ide."

penyakit hati

coba renungkan apakah kita pernah memiliki benak seperti ini???

"Penyakit yang paling parah adalah ingin sukses tapi tidak bisa lihat orang lain sukses...kepuasan yang terburuk adalah kepuasan melihat orang lain jatuh,menderita dan gagal"

renungkan dan buatlah perubahan yang positif :)

salah satu makanan khas betawi

SEJARAH MAKANAN DODOL KHAS BETAWI

Pada kesempatan ini saya ingin memberikan sedikit pengetahuan mengenai dodol betawi yang sangat ciri khas rasanya.tanpa ada maksud ingin dipandang atau ingin sombong dengan kebudayaan saya,saya hanya ingin memberi pengetahuan dan menambah wawasan.
SEJARAH DODOL BETAWI :

Pada zamannya, dodol Betawi tak pernah lepas dari setiap acara bagi warga asli Jakarta. Mulai hajatan hingga upacara keagamaan pasti tak luput dari panganan yang terasa kenyal dan manis ini. Itu dulu, sekarang dodol seperti barang langka dan hanya dapat ditemui saat Lebaran. Toh… di tengah gerusan makanan modern ada satu warga yang coba mempertahankan makanan asli Betawi ini demi mempertahankan warisan kekayaan kuliner asli Jakarta.

Dilihat dari pembuatan dodol, ternyata tersirat makna sosial. Karena begitu sulit dalam membuat dodol, maka semangat gotong royong, keriangan dan semangat persaudaraan diperlukan dalam pembuatannya. Maka tak heran masyarakat Betawi begitu menganggap pembuatan dodol Betawi merupakan kerja tim dan bertujuan mempererat tali persaudaraan.

Dulu dalam praktiknya, pembuatan dodol Betawi dilakukan secara patungan ketika mendekati hari raya Idul Fitri atau Lebaran. Keluarga besar Betawi yang dulunya hidup berdekatan, saling melengkapi bahan dasar pembuatan dodol. Begitu bahan tersedia, para pria bertugas membuat dodol Betawi dan mengaduk adonan. Sedangkan para wanitanya menyiapkan semua bahan yang dibutuhkan. Sambil menunggu dodol matang, ibu-ibu menyiapkan makan berbuka puasa, setelah matang, langsung dibagi secara adil berdasarkan seberapa besar keluarga memberikan `uang` dodol. Ini adalah sekelumit cara pembuatan dodol zaman dulu.

Kini untuk tahu cara pembuatan dodol, bisa menengok ke rumah Hj Masitoh atau yang biasa dipanggil Mak Mamas. Warga asli Batuampar, Condet, Jakarta Timur ini masih coba mempertahankan kekayaan kuliner asli Betawi tersebut. Waktu masih menunjukkan pukul 06.00, tapi Mak Mamas sudah disibukkan dengan rutinitasnya sebagai perajin dodol. Mak Mamas adalah satu dari belasan perajin dodol yang tersebar di beberapa wilayah mencoba bertahan. Dari pewaris resep keluarga ini, beritajakarta.com, berkesempatan melihat secara langsung bagaimana cara pembuatan dodol Betawi. Tak hanya itu, bahkan Mak Mamas mau menjelaskan secara gamblang mengenai bahan-bahan apa saja yang digunakan dalam membuat dodol Betawi hingga cara pemasarannya.

Dari pengakuannya, proses pembuatan dodol Betawi bukanlah hal yang mudah. Untuk membuatnya perlu tenaga ekstra dalam mengaduk adonan dodol. Maklum saja satu panci kuali besar dengan diameter satu meter, adonan dodol harus diaduk selama tujuh jam tanpa berhenti. “Kalau berhenti adonan akan keras dan rasanya tidak merata,” kata Mak Mamas kepada beritajakarta.com, Selasa (16/6).

Untuk membuat dodol Betawi sebanyak satu kuali, Mak Mamas memerlukan beberapa bahan dasar berupa gula merah sebanyak tiga peti, gula pasir empat plastik, santan kelapa tiga ember, dan 10 liter ketan hitam. Beberapa adonan dasar tersebut kemudian dicampur menjadi satu ke dalam kuali besar yang nantinya dapat menghasilkan 20 besek dodol Betawi.

Setelah tujuh jam proses pengadukan adonan, kemudian dodol Betawi yang masih dalam kuali dipindahkan ke dalam tempat yang bersih lalu dikemas dalam plastik berukuran kurang lebih 10 sentimeter atau besek. Mak Mamas mengaku untuk satu plastik dodol Betawi harganya Rp 12.500 sedangkan kemasan besek dijualnya seharga Rp 35.000.

Dodol Betawi rasanya begitu legit dan lezat. Sama seperti dodol yang lain, dodol Betawi terasa lembek dan lengket saat di makan. Agar rasanya tidak monoton, kini ada beberapa ras yang dicampurkan seperti, dodol durian, dodol nangka cipedak, dodol lapis, dodol ketan, dan dodol Kole. Dodol kole merupakan dodol muda atau dodol setengah matang dengan rasa manis bercanpur gurih.

Jelang Lebaran, dodol Betawi banyak diproduksi. Bahkan pembuatannya dapat puluhan kali lipat dibanding hari biasa. Maklum saja, makanan ini menjadi makanan kas Lebaran pada masyarakat Betawi. ” Kalau hari biasa kita buat dua kuali, tapi kalau Lebaran bisa sampai 400 kuali yang dikerjakan 30 orang. Biasanya kita mulai buat memasuki 10 hari puasa hingga jelang Lebaran,” kata Mak Mamas.

Usaha Warisan Keluarga

Tak terpikir sebelumnya oleh Hj Masito atau Mak Mamas untuk menjalankan usaha dodol Betawi. Lantaran keluarga mertua (orangtua suami) menjalankan usaha dodol Betawi, mau tak mau Mak Mamas terpaksa menggelutinya. Dukungan orangtua untuk melestarikan masakan asli Betawi ini pun ditekuninya dari waktu ke waktu.

Hingga pada tahun 1980, Mak Mamas berusaha membuka usaha sendiri bersama sang suami. Hal itu dilatarbelakangi dari usaha mertua yang banyak digandrungi masyarakat.Tapi usaha dijalaninya tak semulus harapan. Awalnya Mak Mamas gagal dalam membuat adonan. “Dulu dicoba sampai 15 kuali selalu gagal. Mungkin rasanya kurang enak karena bahannya juga kurang pas,” kenang Mak Mamas.

Meski demikian Mak Mamas tak patah arang. Berkali-kali dirinya mencoba membuat dodol dengan rasa yang enak dan legit. Kebulatan tekad menjalani usaha keluarga begitu kencang hingga akhirnya berhasil membuat dodol dengan rasa yang pas seperti milik sang mertua. Usahanya pun mulai dikenal mulai tahun 1985. Pesanan dari luar daerah pun terus berdatangan.

Saat ini dodol buatan Mak Mamas menjadi dodol asli di kawasan Condet, Jakarta Timur. Dodol miliknya pun menjadi satu-satunya dodol Betawi yang masih bertahan di Condet. “Dulu ada beberapa pembuat dodol lain, tapi lama kelamaan mereka tutup lantaran tak adanya pekerja yang mau mewariskan masakan dodol Betawi ini,” kata Mak Mamas.

Mak Mamas mengaku usaha yang turunan ini akan diwariskan kepada enam anaknya. Hingga saat ini seluruh anaknya sudah dapat membuat dodol Betawi dengan kombinasi bahan yang pas dan menghasilkan rasa yang begitu enak. “Dulu dari kecil sudah diajarin cara membuatnya. Sekarang udah pada gede udah pada paham gimana buatnya,” kata Mak Mamas.

Dari usaha yang dijalaninya selama 29 tahun ini, Mak Mamas telah dapat merasakan hasilnya. Tak hanya dapat mencukupi kebutuhan keluarga, tapi dari hasil ini Mak Mamas dapat menjalankan ibadah Haji dan membeli kendaraan pribadi. Mak Mamas mengaku, selain melayani pesanan, dirinya juga mempekerjakan orang untuk menyalurkan produksi dodol Betawi ke warung-warung.

Dari tangan lembut seorang Mak Mamas inilah diharapkan keberadaan dodol Betawi dapat dilestarikan. Bahkan mulai dari usaha yang dilakukannya, diharapkan pula dodol Betawi dapat kembali menjadi tuan rumah di tanah Betawi.

kesenian alat musik hadroh



Hadhroh pertama kali di perkenalkan oleh seorang tokoh tasawuf yang sampai sekarang karya – karyanya masih di perbincangkan oleh pakar – pakar serta sarjana – sarjana di dunia timur maupun barat, beliau adalah Jalaluddin Rumi Muhammad bin Muhammad al-Balkhi al-Qunuwi. Adapun panggilan Rumi karena sebagian besar hidupnya dihabiskan di Konya (kini Turki), yang dahulu dikenal sebagai daerah Rum (Roma). Lahir di Balkh, Afghanistan pada 604 H atau 30 September 1207, Fariduddin Attar, seorang tokoh sufi, ketika berjumpa dengan Rumi yang baru berusia 5 tahun pernah meramalkan bahwa si kecil itu kelak akan menjadi tokoh spiritual besar. Sejarah kemudian mencatat, ramalan Fariduddin itu tidak meleset. Ayahnya, Bahauddin Walad Muhammad bin Husein, adalah seorang ulama besar bermadzhab Hanafi. Dan karena kharisma dan tingginya penguasaan ilmu agamanya, ia digelari Sulthanul Ulama (raja ulama). Namun rupanya gelar itu menimbulkan rasa iri pada sebagian ulama lain. Dan merekapun melancarkan fitnah dan mengadukan Bahauddin ke penguasa. Celakanya sang penguasa terpengaruh hingga Bahauddin harus meninggalkan Balkh, termasuk keluarganya. Ketika itu Rumi baru beruisa lima tahun.Sejak itu Bahauddin bersama keluarganya hidup berpindah- pindah dari suatu negara ke negara lain.
Mereka pernah tinggal di Sinabur (Iran timur laut). Dari Sinabur pindah ke Baghdad, Makkah, Malattya (Turki), Laranda (Iran tenggara) dan terakhir menetap di Konya, Turki. Raja Konya Alauddin Kaiqubad, mengangkat ayah Rumi sebagai penasihatnya, dan juga mengangkatnya sebagai pimpinan sebuah perguruan agama yang didirikan di ibukota tersebut. Di kota ini pula ayah Rumi wafat ketika Rumi berusia 24 tahun. Di samping kepada ayahnya, Rumi juga berguru kepada Burhanuddin Muhaqqiq at-Turmudzi, sahabat dan pengganti ayahnya memimpin perguruan. Rumi juga menimba ilmu di Syam (Suriah) atas saran gurunya itu. Ia baru kembali ke Konya pada 634 H, dan ikut mengajar pada perguruan tersebut. Setelah Burhanuddin wafat, Rumi menggantikannya sebagai guru di Konya. Dengan pengetahuan agamanya yang luas, di samping sebagai guru, ia juga menjadi da’i dan ahli hukum Islam. Ketika itu di Konya banyak tokoh ulama berkumpul. Tak heran jika Konya kemudian menjadi pusat ilmu dan tempat berkumpul para ulama dari berbagai penjuru dunia. Kesufian dan kepenyairan Rumi dimulai ketika ia sudah berumur cukup tua, 48 tahun. Sebelumnya, Rumi adalah seorang ulama yang memimpin sebuah madrasah yang mempunyai murid sebanyak 4.000 orang. Sebagaimana layaknya seorang ulama, ia juga memberi fatwa dan menjadi tumpuan ummat untuk bertanya dan mengadu. Kehidupannya itu berubah seratus delapan puluh derajat ketika ia berjumpa dengan seorang sufi pengelana, Syamsuddin/Syamsi Tabriz. Suatu saat, seperti biasanya Rumi mengajar di hadapan khalayak dan banyak yang menanyakan sesuatu kepadanya. Tiba- tiba seorang lelaki asing—yakni Syamsi Tabriz—ikut bertanya, “Apa yang dimaksud dengan riyadhah dan ilmu?” Mendengar pertanyaan seperti itu Rumi terkesima. Kiranya pertanyaan itu jitu dan tepat pada sasarannya. Ia tidak mampu menjawab. Berikutnya, Rumi berkenalan dengan Tabriz. Setelah bergaul beberapa saat, ia mulai kagum kepada Tabriz yang ternyata seorang sufi. Ia berbincang-bincang dan berdebat tentang berbagai hal dengan Tabriz. Mereka betah tinggal di dalam kamar hingga berhari-hari. Sultan walad, putera Rumi, mengomentari perilaku ayahnya itu, “Sesungguhnya, seorang guru besar tiba-tiba menjadi seorang murid kecil. Setiap hari sang guru besar harus menimba ilmu darinya, meski sebenarnya beliau cukup alim dan zuhud. Tetapi itulah kenyataannya. Dalam diri Tabriz, guru besar itu melihat kandungan ilmu yang tiada taranya. ”Rumi benar-benar tunduk kepada guru barunya itu. Di matanya, Tabriz benar-benar sempurna. Cuma celakanya, Rumi kemudian lalai dengan tugas mengajarnya. Akibatnya banyak muridnya yang protes. Mereka menuduh orang asing itulah biang keladinya. Karena takut terjadi fitnah dan takut atas keselamatan dirinya, Tabriz lantas secara diam-diam meninggalkan Konya. Bak remaja ditinggalkan kekasihnya, saking cintanya kepada gurunya itu, kepergian Tabriz itu menjadikan Rumi dirundung duka. Rumi benar-benar berduka. Ia hanya mengurung diri di dalam rumah dan juga tidak bersedia mengajar. Tabriz yang mendengar kabar ini, lantas berkirim surat dan menegur Rumi. Karena merasakan menemukan gurunya kembali, gairah Rumi bangkit kembali. Dan ia mulai mengajar lagi. Beberapa saat kemudian ia mengutus putranya, Sultan walad untuk mencari Tabriz di Damaskus. Lewat putranya tadi, Rumi ingin menyampaikan penyesalan dan permintaan maaf atas tindakan murid-muridnya itu dan menjamin keselamatan gurunya bila berkenan kembali ke Konya. Demi mengabulkan permintaan Rumi itu, Tabriz kembali ke Konya. Dan mulailah Rumi berasyik-asyik kembali dengan Tabriz. Lambat-laun rupanya para muridnya merasakan diabaikan kembali, dan mereka mulai menampakkan perasaan tidak senang kepada Tabriz. Lagi-lagi sufi pengelana itu, secara diam-diam meninggalkan Rumi, lantaran takut terjadi fitnah. Kendati Rumi ikut mencari hingga ke Damaskus, Tabriz tidak kembali lagi. Rumi telah menjadi sufi, berkat pergaulannya dengan Tabriz. Kesedihannya berpisah dan kerinduannya untuk berjumpa lagi dengan gurunya itu telah ikut berperan mengembangkan emosinya, sehingga ia menjadi penyair yang sulit ditandingi. Guna mengenang dan menyanjung gurunya itu, ia tulis syair- syair, yang himpunannya kemudian dikenal dengan nama Divan-i Syams-i Tabriz. Ia bukukan pula wejangan-wejangan gurunya, dan buku itu dikenal dengan nama Maqalat-i Syams Tabriz. Rumi kemudian mendapat sahabat dan sumber inspirasi baru, Syekh Hisamuddin Hasan bin Muhammad. Atas dorongan sahabatnya itu, ia berhasil selama 15 tahun terakhir masa hidupnya menghasilkan himpunan syair yang besar dan mengagumkan yang ...