Minggu, 29 Desember 2013

penyakit hati

coba renungkan apakah kita pernah memiliki benak seperti ini???

"Penyakit yang paling parah adalah ingin sukses tapi tidak bisa lihat orang lain sukses...kepuasan yang terburuk adalah kepuasan melihat orang lain jatuh,menderita dan gagal"

renungkan dan buatlah perubahan yang positif :)

salah satu makanan khas betawi

SEJARAH MAKANAN DODOL KHAS BETAWI

Pada kesempatan ini saya ingin memberikan sedikit pengetahuan mengenai dodol betawi yang sangat ciri khas rasanya.tanpa ada maksud ingin dipandang atau ingin sombong dengan kebudayaan saya,saya hanya ingin memberi pengetahuan dan menambah wawasan.
SEJARAH DODOL BETAWI :

Pada zamannya, dodol Betawi tak pernah lepas dari setiap acara bagi warga asli Jakarta. Mulai hajatan hingga upacara keagamaan pasti tak luput dari panganan yang terasa kenyal dan manis ini. Itu dulu, sekarang dodol seperti barang langka dan hanya dapat ditemui saat Lebaran. Toh… di tengah gerusan makanan modern ada satu warga yang coba mempertahankan makanan asli Betawi ini demi mempertahankan warisan kekayaan kuliner asli Jakarta.

Dilihat dari pembuatan dodol, ternyata tersirat makna sosial. Karena begitu sulit dalam membuat dodol, maka semangat gotong royong, keriangan dan semangat persaudaraan diperlukan dalam pembuatannya. Maka tak heran masyarakat Betawi begitu menganggap pembuatan dodol Betawi merupakan kerja tim dan bertujuan mempererat tali persaudaraan.

Dulu dalam praktiknya, pembuatan dodol Betawi dilakukan secara patungan ketika mendekati hari raya Idul Fitri atau Lebaran. Keluarga besar Betawi yang dulunya hidup berdekatan, saling melengkapi bahan dasar pembuatan dodol. Begitu bahan tersedia, para pria bertugas membuat dodol Betawi dan mengaduk adonan. Sedangkan para wanitanya menyiapkan semua bahan yang dibutuhkan. Sambil menunggu dodol matang, ibu-ibu menyiapkan makan berbuka puasa, setelah matang, langsung dibagi secara adil berdasarkan seberapa besar keluarga memberikan `uang` dodol. Ini adalah sekelumit cara pembuatan dodol zaman dulu.

Kini untuk tahu cara pembuatan dodol, bisa menengok ke rumah Hj Masitoh atau yang biasa dipanggil Mak Mamas. Warga asli Batuampar, Condet, Jakarta Timur ini masih coba mempertahankan kekayaan kuliner asli Betawi tersebut. Waktu masih menunjukkan pukul 06.00, tapi Mak Mamas sudah disibukkan dengan rutinitasnya sebagai perajin dodol. Mak Mamas adalah satu dari belasan perajin dodol yang tersebar di beberapa wilayah mencoba bertahan. Dari pewaris resep keluarga ini, beritajakarta.com, berkesempatan melihat secara langsung bagaimana cara pembuatan dodol Betawi. Tak hanya itu, bahkan Mak Mamas mau menjelaskan secara gamblang mengenai bahan-bahan apa saja yang digunakan dalam membuat dodol Betawi hingga cara pemasarannya.

Dari pengakuannya, proses pembuatan dodol Betawi bukanlah hal yang mudah. Untuk membuatnya perlu tenaga ekstra dalam mengaduk adonan dodol. Maklum saja satu panci kuali besar dengan diameter satu meter, adonan dodol harus diaduk selama tujuh jam tanpa berhenti. “Kalau berhenti adonan akan keras dan rasanya tidak merata,” kata Mak Mamas kepada beritajakarta.com, Selasa (16/6).

Untuk membuat dodol Betawi sebanyak satu kuali, Mak Mamas memerlukan beberapa bahan dasar berupa gula merah sebanyak tiga peti, gula pasir empat plastik, santan kelapa tiga ember, dan 10 liter ketan hitam. Beberapa adonan dasar tersebut kemudian dicampur menjadi satu ke dalam kuali besar yang nantinya dapat menghasilkan 20 besek dodol Betawi.

Setelah tujuh jam proses pengadukan adonan, kemudian dodol Betawi yang masih dalam kuali dipindahkan ke dalam tempat yang bersih lalu dikemas dalam plastik berukuran kurang lebih 10 sentimeter atau besek. Mak Mamas mengaku untuk satu plastik dodol Betawi harganya Rp 12.500 sedangkan kemasan besek dijualnya seharga Rp 35.000.

Dodol Betawi rasanya begitu legit dan lezat. Sama seperti dodol yang lain, dodol Betawi terasa lembek dan lengket saat di makan. Agar rasanya tidak monoton, kini ada beberapa ras yang dicampurkan seperti, dodol durian, dodol nangka cipedak, dodol lapis, dodol ketan, dan dodol Kole. Dodol kole merupakan dodol muda atau dodol setengah matang dengan rasa manis bercanpur gurih.

Jelang Lebaran, dodol Betawi banyak diproduksi. Bahkan pembuatannya dapat puluhan kali lipat dibanding hari biasa. Maklum saja, makanan ini menjadi makanan kas Lebaran pada masyarakat Betawi. ” Kalau hari biasa kita buat dua kuali, tapi kalau Lebaran bisa sampai 400 kuali yang dikerjakan 30 orang. Biasanya kita mulai buat memasuki 10 hari puasa hingga jelang Lebaran,” kata Mak Mamas.

Usaha Warisan Keluarga

Tak terpikir sebelumnya oleh Hj Masito atau Mak Mamas untuk menjalankan usaha dodol Betawi. Lantaran keluarga mertua (orangtua suami) menjalankan usaha dodol Betawi, mau tak mau Mak Mamas terpaksa menggelutinya. Dukungan orangtua untuk melestarikan masakan asli Betawi ini pun ditekuninya dari waktu ke waktu.

Hingga pada tahun 1980, Mak Mamas berusaha membuka usaha sendiri bersama sang suami. Hal itu dilatarbelakangi dari usaha mertua yang banyak digandrungi masyarakat.Tapi usaha dijalaninya tak semulus harapan. Awalnya Mak Mamas gagal dalam membuat adonan. “Dulu dicoba sampai 15 kuali selalu gagal. Mungkin rasanya kurang enak karena bahannya juga kurang pas,” kenang Mak Mamas.

Meski demikian Mak Mamas tak patah arang. Berkali-kali dirinya mencoba membuat dodol dengan rasa yang enak dan legit. Kebulatan tekad menjalani usaha keluarga begitu kencang hingga akhirnya berhasil membuat dodol dengan rasa yang pas seperti milik sang mertua. Usahanya pun mulai dikenal mulai tahun 1985. Pesanan dari luar daerah pun terus berdatangan.

Saat ini dodol buatan Mak Mamas menjadi dodol asli di kawasan Condet, Jakarta Timur. Dodol miliknya pun menjadi satu-satunya dodol Betawi yang masih bertahan di Condet. “Dulu ada beberapa pembuat dodol lain, tapi lama kelamaan mereka tutup lantaran tak adanya pekerja yang mau mewariskan masakan dodol Betawi ini,” kata Mak Mamas.

Mak Mamas mengaku usaha yang turunan ini akan diwariskan kepada enam anaknya. Hingga saat ini seluruh anaknya sudah dapat membuat dodol Betawi dengan kombinasi bahan yang pas dan menghasilkan rasa yang begitu enak. “Dulu dari kecil sudah diajarin cara membuatnya. Sekarang udah pada gede udah pada paham gimana buatnya,” kata Mak Mamas.

Dari usaha yang dijalaninya selama 29 tahun ini, Mak Mamas telah dapat merasakan hasilnya. Tak hanya dapat mencukupi kebutuhan keluarga, tapi dari hasil ini Mak Mamas dapat menjalankan ibadah Haji dan membeli kendaraan pribadi. Mak Mamas mengaku, selain melayani pesanan, dirinya juga mempekerjakan orang untuk menyalurkan produksi dodol Betawi ke warung-warung.

Dari tangan lembut seorang Mak Mamas inilah diharapkan keberadaan dodol Betawi dapat dilestarikan. Bahkan mulai dari usaha yang dilakukannya, diharapkan pula dodol Betawi dapat kembali menjadi tuan rumah di tanah Betawi.

kesenian alat musik hadroh



Hadhroh pertama kali di perkenalkan oleh seorang tokoh tasawuf yang sampai sekarang karya – karyanya masih di perbincangkan oleh pakar – pakar serta sarjana – sarjana di dunia timur maupun barat, beliau adalah Jalaluddin Rumi Muhammad bin Muhammad al-Balkhi al-Qunuwi. Adapun panggilan Rumi karena sebagian besar hidupnya dihabiskan di Konya (kini Turki), yang dahulu dikenal sebagai daerah Rum (Roma). Lahir di Balkh, Afghanistan pada 604 H atau 30 September 1207, Fariduddin Attar, seorang tokoh sufi, ketika berjumpa dengan Rumi yang baru berusia 5 tahun pernah meramalkan bahwa si kecil itu kelak akan menjadi tokoh spiritual besar. Sejarah kemudian mencatat, ramalan Fariduddin itu tidak meleset. Ayahnya, Bahauddin Walad Muhammad bin Husein, adalah seorang ulama besar bermadzhab Hanafi. Dan karena kharisma dan tingginya penguasaan ilmu agamanya, ia digelari Sulthanul Ulama (raja ulama). Namun rupanya gelar itu menimbulkan rasa iri pada sebagian ulama lain. Dan merekapun melancarkan fitnah dan mengadukan Bahauddin ke penguasa. Celakanya sang penguasa terpengaruh hingga Bahauddin harus meninggalkan Balkh, termasuk keluarganya. Ketika itu Rumi baru beruisa lima tahun.Sejak itu Bahauddin bersama keluarganya hidup berpindah- pindah dari suatu negara ke negara lain.
Mereka pernah tinggal di Sinabur (Iran timur laut). Dari Sinabur pindah ke Baghdad, Makkah, Malattya (Turki), Laranda (Iran tenggara) dan terakhir menetap di Konya, Turki. Raja Konya Alauddin Kaiqubad, mengangkat ayah Rumi sebagai penasihatnya, dan juga mengangkatnya sebagai pimpinan sebuah perguruan agama yang didirikan di ibukota tersebut. Di kota ini pula ayah Rumi wafat ketika Rumi berusia 24 tahun. Di samping kepada ayahnya, Rumi juga berguru kepada Burhanuddin Muhaqqiq at-Turmudzi, sahabat dan pengganti ayahnya memimpin perguruan. Rumi juga menimba ilmu di Syam (Suriah) atas saran gurunya itu. Ia baru kembali ke Konya pada 634 H, dan ikut mengajar pada perguruan tersebut. Setelah Burhanuddin wafat, Rumi menggantikannya sebagai guru di Konya. Dengan pengetahuan agamanya yang luas, di samping sebagai guru, ia juga menjadi da’i dan ahli hukum Islam. Ketika itu di Konya banyak tokoh ulama berkumpul. Tak heran jika Konya kemudian menjadi pusat ilmu dan tempat berkumpul para ulama dari berbagai penjuru dunia. Kesufian dan kepenyairan Rumi dimulai ketika ia sudah berumur cukup tua, 48 tahun. Sebelumnya, Rumi adalah seorang ulama yang memimpin sebuah madrasah yang mempunyai murid sebanyak 4.000 orang. Sebagaimana layaknya seorang ulama, ia juga memberi fatwa dan menjadi tumpuan ummat untuk bertanya dan mengadu. Kehidupannya itu berubah seratus delapan puluh derajat ketika ia berjumpa dengan seorang sufi pengelana, Syamsuddin/Syamsi Tabriz. Suatu saat, seperti biasanya Rumi mengajar di hadapan khalayak dan banyak yang menanyakan sesuatu kepadanya. Tiba- tiba seorang lelaki asing—yakni Syamsi Tabriz—ikut bertanya, “Apa yang dimaksud dengan riyadhah dan ilmu?” Mendengar pertanyaan seperti itu Rumi terkesima. Kiranya pertanyaan itu jitu dan tepat pada sasarannya. Ia tidak mampu menjawab. Berikutnya, Rumi berkenalan dengan Tabriz. Setelah bergaul beberapa saat, ia mulai kagum kepada Tabriz yang ternyata seorang sufi. Ia berbincang-bincang dan berdebat tentang berbagai hal dengan Tabriz. Mereka betah tinggal di dalam kamar hingga berhari-hari. Sultan walad, putera Rumi, mengomentari perilaku ayahnya itu, “Sesungguhnya, seorang guru besar tiba-tiba menjadi seorang murid kecil. Setiap hari sang guru besar harus menimba ilmu darinya, meski sebenarnya beliau cukup alim dan zuhud. Tetapi itulah kenyataannya. Dalam diri Tabriz, guru besar itu melihat kandungan ilmu yang tiada taranya. ”Rumi benar-benar tunduk kepada guru barunya itu. Di matanya, Tabriz benar-benar sempurna. Cuma celakanya, Rumi kemudian lalai dengan tugas mengajarnya. Akibatnya banyak muridnya yang protes. Mereka menuduh orang asing itulah biang keladinya. Karena takut terjadi fitnah dan takut atas keselamatan dirinya, Tabriz lantas secara diam-diam meninggalkan Konya. Bak remaja ditinggalkan kekasihnya, saking cintanya kepada gurunya itu, kepergian Tabriz itu menjadikan Rumi dirundung duka. Rumi benar-benar berduka. Ia hanya mengurung diri di dalam rumah dan juga tidak bersedia mengajar. Tabriz yang mendengar kabar ini, lantas berkirim surat dan menegur Rumi. Karena merasakan menemukan gurunya kembali, gairah Rumi bangkit kembali. Dan ia mulai mengajar lagi. Beberapa saat kemudian ia mengutus putranya, Sultan walad untuk mencari Tabriz di Damaskus. Lewat putranya tadi, Rumi ingin menyampaikan penyesalan dan permintaan maaf atas tindakan murid-muridnya itu dan menjamin keselamatan gurunya bila berkenan kembali ke Konya. Demi mengabulkan permintaan Rumi itu, Tabriz kembali ke Konya. Dan mulailah Rumi berasyik-asyik kembali dengan Tabriz. Lambat-laun rupanya para muridnya merasakan diabaikan kembali, dan mereka mulai menampakkan perasaan tidak senang kepada Tabriz. Lagi-lagi sufi pengelana itu, secara diam-diam meninggalkan Rumi, lantaran takut terjadi fitnah. Kendati Rumi ikut mencari hingga ke Damaskus, Tabriz tidak kembali lagi. Rumi telah menjadi sufi, berkat pergaulannya dengan Tabriz. Kesedihannya berpisah dan kerinduannya untuk berjumpa lagi dengan gurunya itu telah ikut berperan mengembangkan emosinya, sehingga ia menjadi penyair yang sulit ditandingi. Guna mengenang dan menyanjung gurunya itu, ia tulis syair- syair, yang himpunannya kemudian dikenal dengan nama Divan-i Syams-i Tabriz. Ia bukukan pula wejangan-wejangan gurunya, dan buku itu dikenal dengan nama Maqalat-i Syams Tabriz. Rumi kemudian mendapat sahabat dan sumber inspirasi baru, Syekh Hisamuddin Hasan bin Muhammad. Atas dorongan sahabatnya itu, ia berhasil selama 15 tahun terakhir masa hidupnya menghasilkan himpunan syair yang besar dan mengagumkan yang ...

salah satu sosok inspiratif

deddy corbuzier adalah orang yang memiliki kecerdasan yang luar biasa,karna dia bisa memberikan motivasi melalui perkataannya disaat spontan.
contohnya: "ketika seseorang menyakitimu lagi dan lagi,anggap saja mereka sebuah amplas yang menggosok anda.. pada akhirnya anda akan bersih mengkilap dan ia akan halus tak berguna"

dari kata-kata berikut saya dapat mengambil kesimpulan bahwa setiap apapun yang akan kita lakukan pasti ada pro dan kontra,untuk itu kita bisa menyikapinya dengan tenang dan jadikan itu sebagai pemacu semangat dalam melakukan hal yag positif.

ide dan kutipan inspiratif

assalamualaikum wr,wb.

pada kesempatan kali ini,saya ingin menyampaikan lebih luas tentang kutipan-kutipan orang hebat yang sangat menginspiratif untuk menjadi motivasi.agar dapat menambah wawasan dan semangat dalam melakukan aktifitas-aktifitas.

"kita jangan jadi generasi semu yang mendewakan kekuasaan dan harta.kita harus menjadi generasi bermartabat yang mengagungkan sukses dan prestasi"

kutipan ini berasal dari Dr.Dino Patti Djalal

mengapa saya mengangkat kutipan ini???
alasan saya mensharing ini karna kata-kata yang disampaikan sangat bisa memberikan motivasi serta memacu semangat untuk menjadi sukses.

Perencanaan Penulisan Karangan Ilmiah

Untuk menghasilkan sebuah karya ilmiah yang bagus, seorang penulis harus terlebih dahulu merencanakannya dengan matang, berikut ini beberapa langkah dalam perencanaan penulisan ilmiah :

A. Pemilihan Topik
Pemilihan topik merupakan hal terpenting dalam penulisan ilmiah, karena pemilihan topik menentukan batasan-batasan isi atau permasalahan yang akan dibahas selanjutnya. Dalam memilih topik karya ilmiah, terdapat beberapa hal yang perlu dipertimbangkan :
- topik yang dipilih hendaknya menarik untuk dikaji.

- topik jangan terlalu luas dan terlalu sempit.

- topik yang dipilih sesuai dengan mminat dan kemampuan penulis.

- topik yang dikaji hendaknya ada manfaatnya untuk menambah ilmu pengetahuan atau berkaitan dengan profesi.

B. Pembatasan Topik
Seorang penulis harus membatasi topik yang akan digarapnya. Setiap penulis harus betul-betul yakin bahwa topik yang dipilihnya cukup dan terbatas sehingga tulisannya dapat terfokus.

C. Pemilihan Judul
Pemilihan judul, akan menggambarkan tingkat kedalaman dan cakupan dari sebuag penelitian yang akan dibahas. Bagi pembaca, judul akan dianggap mewakili bobot sebuah hasil penelitian yang ditulis, bahkan merupakan gambaran mutu tulisan yang akan digarap.

D. Menentukan Tujuan Penulisan
Menetapkan tujuan yaitu menyampaikan maksud dari penulisan karya ilmiah atau penelitian yang akan di buat, sehingga pembaca dapat mengetahui manfaat yang diperoleh dari karangan ilmiah tersebut. Namun kita harus seksama, sering kali penulis memberikan tujuan yang sangat luas sehingga topik yang dibahas keluar dari apa yang sudah dibataskan.

E. Menentukan Kerangka Karangan
Kerangka karangan akan membuat penulisan lebih terarah dan sesuai dengan tujuan dibuatnya karangan ilmiah tersebut, supaya tidak melenceng terlalu jauh karena kerangka karangan merupakan suatu rencana kerja yang memuat garis-garis besar dari suatu tulisan. Disusun secara sistematis, logis, jelas, terstruktur dan teratur. Beberapa fungsi kerangka karangan :
- untuk menjamin penulisan bersifat konseptual, menyeluruh, dan terarah.

- kerangka karangan membantu penulis untuk melihat gagasan-gagasan tulisan dalam sekilas pandang.

- memudahkan penulis menciptakan klimaks yang berbeda-beda.

- menghindari penggarapan topik dua kali atau lebih.

- dengan mempergunakan rincian-rincian dalam kerangka karangkan, penulis lebih mudah untuk mengembangkan apa yang ingin dijabarkan.

F. Langkah-Langkah Penulisan Ilmiah
Metode ilmiah penelitian dan pengembangan menulis karya ilmiah adalah suatu cara untuk pelaksanaan secara sistematis dan objektif yang mengikuti langkah-langkah sebagai berikut :

1. Melakukan observasi dan menetapkan masalah dan tujuan. Langkah awal dalam penulisan ilmiah yaitu melakukan pengamatan atas objek yang diteliti dan menetapkan masalah dan tujuan yang akan diteliti.

2. Menyusun hipotesis. Menyusun dugaan-dugaan yang menjadi penyebab dari objek penelitian.

3.  Menyusun rancangan penelitian. Ini merupakan kerangka kerja bagi penelitian yang dilakukan.

4. Melaksanakan percobaab berdasarkan metode yang direncanakan. Kegiatan nyata dari proses penelitian dalam bentuk percobaan terkait penelitian yang dilakukan.

5. Melaksanakan pengamatan dan pengumpulan data. Setelah melakukan percobaan atas objek penelitian, maka selanjutnya melakukan pengamatan pada objek penelitian.

6. Menganalisis dan menginterprrestasikan data. Menjelaskan segala kondisi yang terjadi pada saat pengamatan atau penelitian.

7. Merumuskan kesimpulan. Menarik kesimpulan dari semua proses percobaan, pengamatan, penganalisaan dan penginterprestasian terhadap objek penelitian.

8. Melaporkan hasil penelitian.  Langkah inilah yang sesungguhnya merupakan proses penulisan karangan ilmiah. Pada langkah ini kita telah menyusun sebuah karya tulis ilmiah yang akan memberikan manfaat bagi pembaca.


Sumber:

http://hafidzfairiz.wordpress.com/2012/12/24/perencanaan-penulisan-karya-ilmiah/

http://fogigof.blogspot.com/2012/12/perencanaan-penulisan-karangan-ilmiah.html